Mengenal Lebih Dekat "kena Mental" yang sering di derita Anak Jaman Sekarang

Masalah pada mental seperti gangguan kecemasan bisa dialami oleh siapa saja. Gangguan cemas ini bisa mengganggu siapa saja 

karena menimbulkan rasa cemas dan khawatir yang berlebihan. Ada beberapa gejala yang membersamai munculnya gangguan kecemasan atau anxiety attack ini 

Gangguan ini pun dapat mengenai siapa saja baik tua maupun muda. Gejala kecemasan ini bisa berpengaruh terhadap fisik dan psikologis. 


Gejala Gangguan Kecemasan Umum (Anxiety Attack)

Gejala yang timbul pada seorang penderita gangguan kecemasan umum sangat beragam. Secara umum, berikut adalah gejala yang paling sering dialami oleh penderita gangguan kecemasan:

1. Gangguan Terkait Psikologis

Gangguan kecemasan yang berkaitan erat dengan psikologis seseorang memiliki gejala berupa resah yang berlebih dan tidak beralasan. Penderita juga merasakan takut dan cemas berlebih terutama ketika harus membuat suatu keputusan. Sulitnya konsentrasi dan perasaan tegang adalah tanda-tanda psikologis dari gangguan kecemasan.

Baca Juga : Ini loh inspirasi bisnis selama PPKM darurat 2021

2. Gangguan Terkait Fisik

Selain mengalami gangguan secara psikologis, seorang penderita gangguan kecemasan umum atau anxiety attack juga akan mengalami gangguan secara fisik. Gangguan secara fisik ini meliputi sakit pada kepala, mual, kelelahan, diare, otot yang terasa nyeri akibat tegang, gemetar, nafas pendek dan keringat berlebihan. Bahkan seorang penderita gangguan kecemasan juga bisa mengalami insomnia atau tidak dapat tidur akibat cemas yang dirasakan.



Jenis Anxiety atau Gangguan Cemas 

Gangguan anxiety attack atau serangan kecemasan terdiri dari beberapa macam jenis. Berikut adalah beberapa jenis dari gangguan kecemasan yang perlu diketahui:

1. Fobia

Fobia dapat muncul akibat adanya rasa takut yang berlebih atau tidak masuk akal akan suatu keadaan. Fobia ini akan sangat beragam antara satu orang dan orang lainnya. Namun pada beberapa kasus fobia dialami oleh seseorang yang takut terhadap laba-laba, ketinggian, gelap, ataupun ruangan yang tertutup. 


Kondisi ini membuat penderita merasakan rasa takut berlebih dan tidak beralasan ketika berada di ruangan yang umum. Misalnya saja ada orang yang takut menaiki eskalator, naik pesawat, warna dan pola tertentu.


2. Generalized Anxiety Disorder atau Kecemasan Menyeluruh

Gangguan kecemasan secara menyeluruh ini disertai dengan adanya rasa nyeri pada otot, mual, sesak napas, insomnia dan juga sakit kepala. Gangguan kecemasan ini dapat timbul akibat perasaan khawatir mengenai hal yang sebenarnya belum tentu terjadi. 

Penderita umumnya terlalu mengkhawatirkan hal seperti keselamatan, uang dan juga kesehatan selama 6 bulan ataupun melebihi dari itu. Kecemasan akibat hal tersebut akan sangat mengganggu dan sulit hilang.

3. Gangguan Pasca Trauma (PTSD)

Seseorang yang pernah berada di kondisi berbahaya dan mengancam nyawa seringkali menimbulkan bekas yang mendalam pada penderitanya. Oleh karena itu hal tersebut dapat menyebabkan timbulnya stress pasca gangguan tersebut terjadi. Pasien yang menderita gangguan PTSD bisa mengalami insomnia menahun, depresi, hingga ketergantungan obat akibat masalah yang dideritanya. 

4. Gangguan terhadap Kecemasan Sosial

Fobia sosial seringkali diderita oleh beberapa orang yang merasakan takut serta khawatir luar biasa ketika berada di lingkungan sosial tinggi. Mereka yang takut ini merasakan bahwa mereka tengah diawasi oleh seluruh mata di dalam ruangan hingga membuatnya takut berbuat kesalahan. Kondisi ini akan semakin parah untuk mereka yang memang harus bekerja di hadapan khalayak ramai.


5. Gangguan OCD 

OCD atau gangguan kompulsif obsesif dapat ditandai dalam bentuk rasa takut yang berlebih dan tidak masuk akal. Hal ini disertai pula oleh aktivitas berulang seperti mencuci tangan berkali-kali meski tangan sebenarnya telah bersih. Hal ini dilakukan untuk menyingkirkan rasa cemas akibat adanya kotoran di tangan. Penderita OCD sering dianggap aneh oleh orang lain karena aktivitasnya yang dirasa berlebihan. 

6. Gangguan Serangan Panik

Penderita dari gangguan serangan panic akan merasakan jantung berdetak cepat, lemah hingga berkeringat. Penderita gangguan panik sendiri tidak memahami kapan waktu munculnya gangguan ini karena sifatnya mendadak. 

Baca Juga : Tips Cantik Tanpa Repot

Faktor Peningkat Risiko adanya Gangguan Kecemasan Umum Meski penyebab pastinya belum diketahui, para pakar memperkirakan bahwa kondisi di bawah ini menjadi beberapa penyebab dari gangguan kecemasan umum:

Produksi senyawa noradrenalin dan serotonin yang tidak seimbang pada otak pasien gangguan kecemasan Jenis kelamin wanita diduga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan kecemasan Konsumsi obat-obatan terlarang maupun konsumsi minuman beralkohol diduga akan lebih meningkatkan kemungkinan gangguan kecemasan umum

Seseorang yang pernah mengalami trauma mendalam di masa lalu sangat mungkin mengalami gangguan kecemasan yang umum.

Trauma ini bisa disebabkan oleh banyak hal seperti perundungan atau bullying semasa sekolah hingga KDRT.

Selain itu, aktivitas berlebih pada salah satu bagian otak yang terkait erat dengan tingkah laku dan juga emosi akan meningkatkan kemungkinan munculnya kecemasan umum. 



Diagnosis Gangguan Cemas

Gangguan cemas dapat didiagnosa melalui tanya jawab seputar keluhan yang dialami, riwayat kesehatan, penggunaan obat dan kehidupan sehari-hari. Setelah itu dokter akan menggunakan kriteria Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) untuk mendiagnosis.

 Kriteria pasien yang mengalami gangguan cemas adalah:

  • Mengalami cemas secara berlebihan yang sudah berlangsung minimal 6 bulan
  • Sulit mengontrol rasa cemas

Pasien mengalami 3 atau lebih dari gejala ini :

  1. Gelisah dan tersudut
  2. Lelah
  3. Sulit konsentrasi atau tidak dapat berpikir jernih
  4. Mudah tersinggung
  5. Otot menjadi tegang
  6. Sulit tidur


Itulah beberapa fakta mengenai gangguan cemas atau anxiety attack. Jika gangguan cemas tidak ditangani, rasa cemas dan khawatir yang berlebihan dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Jika anda atau orang terdekat mengalami gejala tersebut, segera menghubungi dokter. Jangan mencoba berobat tanpa anjuran  dokter.Semoga bermanfaat dan menginspirasi

credit : lifepack.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjaga Kesehatan di Kantor Sangat Penting, Menuju Produktivitas Optimal

Tips Mempertahankan fokus setelah makan siang di kantor.

Bagaimana Cara Memulai Bisnis Online ?