Sharing Ilmu oleh Baim Wong
Bisnis ala Baim
Mas ngga kerja? Kerja apa? Striping Sinetron jawab saya. Engga..lah, ngga jaman bro, kita sudah tua. gantian sama yang muda.
Baim termasuk salah satu artis yang terbilang sukses dibanding artis seumuranya. Youtuber tenar, bisnis segudang dan tetap humble.
Obrolan hari itu mengalir saja bagaimana Baim menceritakan jatuh bangun membangun infrastruktur bisnisnya dengan baik dan terukur. Meski tak bisa dipungkiri, terkadang keseleo lidah dan kepleset dengan konten yang sensitif.
Badai itu tak bisa dipungkiri mengganggu bisnisnya dari Prank KDRT, warteg selamat dari kebakaran hingga hak cipta Citayam Fashion Week. Hal ini menyebabkan omsetnya terjun bebas, views berkurang hingga endorsee cabut.
Baim punya mimpi satu langkah, bagaimana Tiger Wong Entertainment (TWE) perusahaannya melesat seperti RANS di beli sebagian sahamnya oleh EMTEK senilai 248 M setara dengan 17% saham. Tak bisa dibayangkan dulu artis hanya sekedar talent. Sekarang sejajar dengan pemilik TV, SCTV. Duduk bareng sebagai share holder sebuah entitas.
Kantornya keren mas, iya bro ini gw rancang sendiri dari desain sampai cari pohon di Jawa, selorohnya, buat apa bikin gede banget mas? Tanya saya. Gini bro gw khan mau jual ini perusahaan setidaknya make up itu penting. Size industri jg gw siapin. Ekosistem gw bangun, sehingga TWE punya captive market. Folower, Viewer itu Cuan bro, mereka pasar gw dan pasar partner gw, katanya.
mendadak Baim yang dikenal sebagai artis menjelma menjadi Pengusaha penuh mimpi.
Dunia digital memang menggiurkan, banyak muncul peluang bisnis baru, profesi baru dan muncul orang yang dulunya NOTHING jadi SOMETHING. Lihat saja Henry Kurniadi Sutikno, alias JOHNLBF pernah jadi Salesman Auto 2000 Cilandak, Bahkan 3 tahun yang lalu dia adalah penjaga lomba burung, Kicau Mania. Sekarang setidaknya tercatat punya 7 perusahaan dari hasil polesan Personal Branding di era digital. Tertarik mengikuti jejaknya ??
Sudahlah itu pilihan, siapapun punya hak untuk sukses dengan cara apapun. Tapi disini kembali lagi ke Baim, bagaimana cara Baim membangun bisnisnya. Saya mencatat beberapa hal dari cerita Baim dan tim nya.
#1. Youtuber
Youtube masih menjadi Mainstream Revenue TWE, sebelum banyak kasus sensitif bisa 5 digit, sekarang 4 digit, tetap saja angka yang fantastis untuk ukuran penghasilan perbulan. Tiap hari konten, pusing katanya, bagaimana menciptakan konten yang disukai folower.
#2. Talent Management
Beberapa talent dibawah manajemen artis contohnya Fiki Naki dan Panji Petualang. Sinergi ini saling menguatkan, nyatanya konten Fiki melesat baik di Ome TV maupun Youtube. Mereka berbagi sharing pendapatan. Talent punya skill, Baim bantu tim dan endorse. Melahirkan view yang besar.
#3. EO Konser
Dalam seminggu kedepan kita akan lihat manajemen Baim keliling Malaysia bersama Keris Patih. TWE Event Organizernya, dari ticket sales hingga operasional eventnya.
#4. Production House TV dan Film
Keluarga Bosque dan Cek Order Dadakan adalah program yang dibikin sendiri terus dijual ke TV, hasilnya? Lebih besar dibanding menjadi talent. Kita talent sekaligus pemilik PH katanya.
Selain itu debut Baim masuk di industri perfilman, bagaimana dia mencetak film “Berbalas Kejam” yang akan tayang di Prime Video menghasilkan pundi yang nilainya 5 digit. Bayangkan dulu pembeli Film dimonopoli Bioskop dan TV, sekarang ada Netflix, Disney Hotstar, Prime Video dan Vidio.
#5. Pusat Oleh Oleh dan Cafe
Ternyata Baim kebagian share tempat oleh2 besar di Bali dan Jogja tak hanya endorse atau Brand Ambassador. Tim TWE bertanggung jawab atas aktivitas marketing baik above dan below the line. Cuannya besar, seperti kita punya usaha sendiri. Katanya. Apalagi libur panjang omset Milyaran.
#6. Endorse dan Brand Ambassador
Bisnis ini sdh umum dijalankan semua selebgram dan artis, sifatnya hanya client yang membantu mempromosikan produk. Tak jauh dari itu, tak punya kepemilikan atau shareholder. Tetap saja cuan yang menggiurkan.
Nah, ternyata banyak banget bisnisnya, setidaknya itu mewakili model bisnis yang dijalankan oleh Youtuber lain seperti Rafi Ahmad, Muhammad Arief dan Tasya Farasya. Tak sedikit juga yang mereka hanya fokus di konten dan endorse saja.
So, bagaimana dengan kita ? Termasuk saya, Artis bukan, Selebgram jauh apalagi chanel Youtube tak punya.
Baik, ada tips dan rekomendasi yang bisa kita lakukan jika kita sudah punya produk. Berdasarkan cerita dan wejangan mas Baim, bisa disebut teknik pemasaran model bisnis ala Digital, pemasaran online melalui corong Marketplace, Sosmed, Google, Influencer, KOL Management.
1. Bentuk Tim Kreatif
Tim yang produksi foto dan video kreatif, tidak sedikit yang menyerahkan ini ke agency atau lakukan sendiri, memang modal cukup besar setidaknya kamera mirorrless, dengan hasil warna yang cerah natural memanjakan mata. Kalau mau lebih natural lagi bisa pake HP pribadi murah meriah. Tiktokshop tak perlu HP bagus-bagus amat.
Kadang content yang menarik dapat mengalahkan kualitas video. The power of Ide. Semakin creatif semakin cuan. Begitu pungkasnya.
2. Bentuk Tim Pemasaran
Nah ini yang menarik terkadang beda channel marketing beda strategi. Marketplace cocok untuk fashion, baju koko, hijab, sepatu. Tokped lebih cocok perkakas, handycraft, hiasan dinding, frozenfood. Landing page google lebih cocok utk cari mitra, reseller, Tiktokshop bagaikan kapal keruk bisa CUAN apa saja. Waduh ngeri juga kataku.
3. KOL Management
Key Opinion Leader (KOL) lebih spesifik dibanding influencer, mereka melekat pada hoby, passion bahkan profesi. Penting tidak? Sangat penting. Bagaimana Daily Box menggandeng Chef Juna membangun brand makanan. Flimty menggandeng Dedy Corbuzier sbg seorang Body Builder. Termasuk Mameen !! Nex Carlos yang memiliki follower segmented. Doyan Makan. Cocok untuk brand Kecap, Saos, dsb.
4. Customer Service
Dalam dunia digital CS identik dengan Sales Staff, mereka garda terdepan dalam penjualan, terapkan target hingga program apresiasi. Bedanya dengan sales offline, CS cukup cakap dijari dan copy writing. Meski tak good looking setidaknya good closing.
5. Stok Melimpah
Nah ini tak sedikit pebisnis finish karena kehabisan stok. Stok putus repeat order jg putus, tak balik lagi. Review jelek karena jadwal kirim kacau.
Ini masalah klasik yang harus dibenerin, biasanya malah stok habis sering terkait campurnya uang perputaran bisnis dengan kantong pribadi. Kalau sdh begitu amsiong, kantong bolong.
6. Review
Penting kadang sering diabaikan, bahkan dalam survey review ini menjadi keputusan final untuk beli, percuma bayar KOL mahal tapi review tak dibenerin. Buang duit namanya.
Wah seru juga, kataku. Kapan lagi dapat ilmu daging dari praktisi langsung. Karena keburu adzan sholat Jumat, kamipun bergegas. Sembari tim perempuan menyiapkan makan gratis di halaman depan. Saya tanya penasaran, Apaan tuh mas? Biasa bro sedekah makan siang gratis 500 box tiap hari.. bagi-bagi rezeki..Masya Allah. Angkat Peci.
Zainal Mahasin



Komentar
Posting Komentar