Konsep Law Of Attraction Setiap Hari
“See yourself living in abundance and you will attract it.” – Rhonda Byrne
Kutipan dari penulis buku the secret diatas menyadarkan saya bahwa ketika kita memikirkan segala hal terus menerus maka kita akan menarik hal tersebut. Itulah yang disebut dengan law of attraction. Sayangnya, banyak dari kita yang salah kaprah, menganggap bahwa hukum tarik menarik ini hanyalah dengan tools memikirkan terus menerus goals atau tujuan kita dan tidak melakukan apapun. Artikel kali ini, saya akan membagikan tentang konsep Hukum ketertarikan berdasarkan beberapa buku yang saya baca.
Konsep law of attraction (LOA) sebenarnya sudah ada sejak abad ke-19. Hukum ini kemudian semakin dikenal sejak film dokumenter The Secret rilis pada tahun 2006 silam.
Law of attraction juga dapat disebut sebagai hukum ketertarikan. Artinya, pikiran dan alam semesta sebenarnya saling terhubung karena memiliki frekuensi yang sama.
CREATE GOALS
Law of Attraction (LOA) hanyalah sekedar LOA ketika kita tidak memiliki goals. Esensi dari LOA itu ada pada Goals atau tujuan. LOA tanpa tujuan yang jelas hanyalah dream atau mimpi dan berakhir dengan tidur panjang dan tidak akan pernah tercapai goals tersebut.
Apa yang harus dilakukan dalam proses LOA?
Langkah pertama adalah tetapkan Tujuan.
Apa yang ingin kamu capai?
Mengapa?
Bagaimana cara mencapai?
Apa perangkat yang dapat membantumu mencapai tujuan tersebut?
Kapan?
Tulis semua diatas kertas dan tempelkan di meja kerja atau meja belajarmu. Pastikan kamu selalu melihat tulisan SMART goals mu tiap hari.
SMART Goals akan membantumu dalam proses awal Pra LOA.
PIKIRKAN TERUS MENERUS
Selesai membuat Goals?
Waktunya untuk memulai LOA.
Hukum tarik menarik ini cukup unik karena kita diharuskan untuk terus berpikir positif dan fokus pada goals atau tujuan utama, dengan memikirkan terus menerus maka alam semesta akan bekerja dan meng-apresiasi terhadap rencana kerja yang sudah ditetapkan dalam mencapai goals tersebut. Menarik semua energi positif kedalam diri, detoksifikasi motivasi saya katakan.
Dulu, sewaktu saya masih kuliah semester lima, saya sudah melakukan LOA. Pertama dengan membuat SMART Goals aka Career path dan kemudian fokus pada kalimat afirmasi;
"Yanuar, kamu bisa mencapai semua impianmu. Kerja di perusahaan asing global, gedung bertingkat tinggi di Jakarta dan bergaji bagus"
Itu proses afirmasi sederhana saya. Hampir setiap hari saya melakukan afirmasi positif sambil sesekali melihat rencana kerja untuk mencapai goals impian.
Rencana kerja saya apa?
Semester lima saya memiliki rencana kerja tertulis di career path sbb;
Kursus excel, kursus public communication, Volunteer, komunitas Toast Master dan TOEFL
Saya harus mencapai semua hal-hal diatas untuk mengembangkan diri untuk mencapai goals yang saya inginkan.
LOA = SELF MOTIVATION
Hakikatnya LOA itu hanyalah sebuah dorongan motivasi. Bukan keajaiban seperti yang orang-orang gaungkan. Realita dan logikanya seperti itu;
Dengan memikirkan terus menerus hal yang kita inginkan, otomatis menstimulus otak untuk bekerja mencari solusi dan action dalam mencapai tujuan tersebut.
Dulu, saya sempat patah harapan dalam mencari kerja. Hampir empat bulan menjadi pengangguran, lamaran selalu ditolak dan tidak pernah jelas ujung masa depan. Mirip dengan berjalan diterowongan gelap, tidak tahu ujungnya. Pernah Hampir menyerah dan ingin pulang kampung. Merasa bahwa LOA yang saya lakukan sebelumnya itu sia-sia, tidak berguna. Sampai kemudian tidak sengaja menemukan catatan tulisan Career Path yang tersimpan di koper lama, tulisan semasa kuliah. Saya membuka dan membacanya, kemudian berpikir bahwa ternyata selama ini saya melupakan tujuan dasar saya seperti yang tertulis di career path itu.
Percayalah, kita sudah melakukan persiapan dimasa kuliah saja masih mendapatkan tantangan dalam mencari kerja, bagaimana dengan yang tidak melakukan persiapan apapun? Ibarat mau berperang tidak punya senjata.
Entah mengapa, selepas kuliah saya jadi merasa suka menyerah, kurang bergairah dan selalu pasrah pada penolakan-penolakan interview, minder dan merasa insecure, mungkin hal-hal inilah yang menarik energi negatif sehingga saya pun menjadi semakin terpuruk.
Tulisan career path lama itu menyadarkan saya untuk tetap berjuang dan memperbaiki kembali diri saya.
Satu kalimat yang memotivasi;
"Gagal interview itu sama dengan belajar gratis"
Motivasi saya kembali bangkit, mulai merefleksi diri;
Mengapa saya gagal interview?
Apa yang masih kurang?
Harus bagaimana meningkatkan skills?
Saya mendapatkan semua jawaban diatas.
Selepas self reflection, saya merasa lebih positif. Merasa lebih capable dalam menghadapi sulitnya proses interview. Sampai kemudian, saya menerima panggilan interview disalah satu perusahaan asing di kawasan bisnis Rasuna Said sebagai MT.
Sewaktu masuk ke gedung, saya hanya berucap;
"Ya Tuhan, semoga aku bisa bekerja di kantor yang bagus ini sesuai impian masa kuliah. Aku harus berusaha yang terbaik saat interview"
Proses afirmasi itu sebenarnya adalah LOA. Menarik energi positif dilingkungan sekitar dan membuang semua energi negatif dari dalam diri. Keyakinan diri sehingga membuat lebih confidence dalam situasi apapun.
Berakhir dengan diterima kerja.
Ya, saya merasakan sendiri apa itu LOA dan dampak positifnya.
Ingat hukum LOA;
LOA tidak akan berguna jika kamu tidak membuat SMART Goals, menjalankan action plan dan selalu berpikir positif.
LOA itu hanyalah sebuah dorongan energi positif dan bukan merupakan suatu hal magic atau untung-untungan. Selalu berpikir positif dan mulai LOA versimu sendiri. Sukses buat kalian semua!

Komentar
Posting Komentar